Pada hari Rabu, Arab Saudi mencatat 744 kasus infeksi baru, jumlah tertinggi sejak pertengahan Agustus.
"Ada 43 kasus kritis COVID-19 di negara ini," kata kementerian kesehatan, yang dilansir SPA, Jumat (31/12/2021).
Awal bulan ini, Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa individu di Arab Saudi sekarang dapat menerima dosis ketiga atau suntikan booster dari vaksin COVID-19 tiga bulan setelah menerima dosis kedua.
Otoritas Kesehatan Masyarakat Kerajaan (Weqaya) juga mendesak warga dan penduduk untuk menghindari perjalanan yang “tidak perlu” ke luar negeri di tengah meningkatnya kasus COVID-19 dan varian omicron dari virus tersebut.
Pandemi COVID-19 sangat mengganggu pelaksanaan umrah dan haji, yang biasanya merupakan penghasil pendapatan utama bagi kerajaan, yakni sekitar USD12 miliar per tahun.
(Kurniawati Hasjanah)