Bali sebelumnya telah membuka pariwisata bagi wisatawan mancanegara pada 14 Oktober 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menekankan, kesehatan dan keselamatan, baik wisatawan mancanegara maupun domestik, menjadi hal yang mutlak untuk diterapkan seiring dengan pandemi Covid-19 yang belum benar-benar usai.
“Beberapa persyaratan harus dipenuhi wisman atau turis asing untuk berwisata ke Bali untuk menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat, terlebih masih ada ancaman gelombang pandemi Covid-19,” kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing yang dihelat secara virtual dari Kampung Wisata Ciburial, Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Untuk itu kata dia, protokol kesehatan harus dilaksanakan secara ketat dan disiplin termasuk proses end to end saat wisatawan datang berwisata ke Indonesia.

Sementara perkembangan terkini disampaikan Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Henky Manurung.
Menurutnya, sektor pariwisata mulai menggeliat menjelang Natal 2021 dan tahun baru 2022 (Nataru), termasuk di Bali. Akhir pekan lalu tercatat sebanyak 14.000 orang yang datang ke Bali lewat jalur udara. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi selama masa pandemi Covid-19.
"Ada satu rekor baru yang tercipta, 14.000 jumlah kunjungan penerbangan penumpang ke bali di hari itu. Ini menjadi yang tertinggi di masa pandemi," ungkap Henky, Rabu, 22 Desember 2021.
Menurut dia, seluruh protokol kesehatan di Bali secara umum sudah berjalan dengan baik. Ia berharap masyarakat konsisten mematuhi aturan tersebut termasuk kedisiplinan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
(Rizka Diputra)