Saat menaiki Boeing 727-100, DB Cooper yang mengenakan setelan gelap lengkap dengan dasi, dan sepatu duduk di kursi 18 C, bagian belakang kabin penumpang.
Kemudian, Cooper memberikan pesan pada seorang pramugari. awak kabin itu mengira, sobekan kertas tersebut berisi 'pesan nakal' dari seorang pria yang tertarik padanya. Ia menyelipkan catatan itu ke dompet koinnya.
Melihat apa yang dilakukan pramugari, Cooper membungkuk ke depan dan berbisik.
"Nona, sebaiknya Anda melihat isi kertas itu. Aku punya bom," kata dia.
Hingga kemudian, rekan Tina itu pindah kursi untuk duduk di sebelah DB Cooper. Ia sempat menjatuhkan catatan itu di kaki Tina.
"Saya mengambilnya," ujar Tina.
Menyadari ancaman nyata karena rekannya telah pindah tempat duduk, Tina pun kaget.
"Dia membuka koper dan menunjukkan bom itu kepada saya, dia juga menjelaskan cara kerjanya," papar Tina.
Lebih lanjut, Tina Pembajak kemudian memasukkan tangannya ke dalam tas kerja, agak menutupnya, dan melihat ke luar jendela.
"Saya seperti 'apa yang harus saya lakukan untuk menangani situasi ini? Apa yang akan saya alami?" ungkap Tina.
"Akan ada ledakan. Barang-barang akan terbang di kabin," katanya.
Dia melanjutkan, "Saya mencoba untuk menyadari bahwa hidup saya mungkin sudah berakhir."
"Dan pikiran pertama saya adalah saya ingin berlari, yang merupakan reaksi normal. Tapi tidak ada tempat untuk lari," akunya.