Sependapat dengan pemikiran Lal, Diane pun turut memberikan pendapatnya. Menurutnya Covid-19 ini memiliki dampak yang amat sangat besar bagi perawatan pasien penyakit kanker.
“Ini akan memakan waktu bertahun-tahun sebelum kami benar-benar mengukur dampak Covid-19 terhadap perawatan kanker," lanjut Diana.
Meski demikian, Lal mengatakan masih ada solusi yang relatif mudah yang dapat membantu. Salah satunya adalah terus memanfaatkan layanan telemedicine. Hampir setiap negara bagian telah melonggarkan peraturannya untuk mengizinkan penyedia layanan kesehatan menawarkan pengobatan jarak jauh kepada pasien.
Ini sangat membantu bagi para pasien yang tidak dapat datang ke kantor atau memilih untuk tidak datang selama masa pandemi Covid-19. Lal yakin dokter dapat menggunakan teknologi tersebut untuk menjangkau pasien yang melewatkan pemeriksaan rutin dan membawa mereka kembali pengobatan.
Perlu diketahui masyarakat, rumah sakit juga dapat memisahkan pasien Covid-19 dari pasien non-Covid-19. Hal ini dapat dilakukan dengan catatan sejauh rumah sakit tersebut mampu saat menangani lonjakan kasus.
“Kegiatan penyaringan ini dilakulan di area rumah sakit yang tidak memiliki banyak lalu lintas, atau mungkin bahkan di luar rumah sakit utama di ruangan yang lebih kecil, sehingga pasien tidak berisiko tinggi,” tutup Lal.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.