Advertisement
Advertisement

Varian Omicron Diprediksi Dominasi Eropa Tahun Depan

Pradita Ananda , Jurnalis-Kamis, 16 Desember 2021 |17:04 WIB
Varian Omicron Diprediksi Dominasi Eropa Tahun Depan
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

VARIAN Omicron memang menjadi penyebab terjadinya lonjakan Covid-19 di berbagai negara. Di Inggris, varian omicron menyumbang 40 persen kasus positif Covid-19 di London. Memang, varian Omicron tengah mendominasi kasus Covid-19 di Benua Eropa.

Kepala Eksekutif Uni Eropa memperkirakan, varian Omicron akan menjadi varian virus corona yang mendominasi kurang lebih 27 negara di bulan depan, Januari 2022, seperti dikutip NBC News, Kamis (16/12/2021).

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, Uni Eropa sangat siap untuk memerangi hantaman varian Omicron. Merujuk pada level vaksinasi dosis penuh yang sudah 66,6 persen pada populasi Uni Eropa. Ursula juga menyebutkan, ia sendiri yakin Uni Eropa punya kekuatan dan sarana untuk menghadapi COVID-19.

Bagaimana Omicron ini sudah mendominasi kasus infeksi di Eropa, salah satu contohnya bisa terlihat pada situasi yang terjadi di London, Inggris. Saat ini angka kasus infeksi Covid-19 di ibu kota Inggris tersebut diketahui meningkat 44 persen dari sebelumnya.

Mengingat London merupakan pusat transportasi utama Inggris, tak heran London secara cepat menjadi episentrum Omicron di Inggris. Seiring dengan meningkatknya angka kasus, angka keterisian rumah sakit juga meningkat.

Kepala Badan Keamanan Kesehatan Inggris, Dr Jenny Harries, mengatakan varian Omicron menunjukkan tingkat pertumbuhan yang mengejutkan dibandingkan varian sebelumnya.

“Kesulitannya adalah pertumbuhan virus ini punya waktu penggandaan yang lebih pendek, yaitu dua kali lipat lebih cepat, tumbuh lebih cepat,” ujar Dr Jenny pada Komite Parlemen Inggris.

Berkaca pada situasi saat ini, dokter Jenny menambahkan varian Omicron kemungkinan menjadi ancaman yang paling signifikan semenjak pandemi COVID-19 ini dimulai.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen sendiri menilai untuk di Uni Eropa, tantangan menghadapi pandemi jadi bertambah, dengan terjadinya lonjakan kasus peningkatan besar- dalam beberapa pekan terakhir karena kombinasi varian Delta munculnya Omicron.

Meski dia yakin, peningkatan infeksi saat ini tetap sebagian besar akibat dari varian Delta. "Kami melihat peningkatan jumlah orang yang sakit, beban yang lebih besar pada rumah sakit dan juga peningkatan pada angka kematian," pungkasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement