SEDIKITNYA ada tujuh pedang samurai tertua di Jepang. Sebagian besar orang banyak yang berpikir tentang pedang Jepang, di mana lekukan sebuah katana yang anggun dan familiar.
Namun, pedang awalnya tidak terlihat seperti katana yang dikenal seperti sekarang ini. Orang Jepang pada saat itu tidak merasa bahwa jenis pedang itu cukup baik digunakan dalam pertempuran.
Sampai pada akhirnya terciptalah pedang samurai yang sempurna untuk berperang oleh seorang pria bernama Amakuni. Pedang ini memiliki tampilan yang terlihat mirip dengan katana, tetapi tidak melengkung.
Baca juga: 10 Fakta Sejarah Onna-Bugeisha, Samurai Wanita Jepang Benyali Singa yang Terlekang Zaman
Ini karena pedang samurai dibuat dengan terampil dan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Berikut tujuh pedang samurai tertua dan terpenting dalam sejarah Jepang.
Kogarasu Maru
Kogarasu maru merupakan pedang paling terkenal yang masih ada, meski bukan pedang pertama yang dibuat oleh Amakuni pada abad ke-8. Amakuni sendiri adalah seseorang yang dianggap sebagai bapak pedang samurai, di mana menjadikan kogarasu maru sebagai pedang samurai tertua di Jepang.

7 pedang samurai tertua di Jepang termasuk Kogarasu Maru (Wikipedia)
Menurut legenda, kaisar selalu marah karena prajuritnya terus kembali dari medan perang dengan pedang yang patah. Saat itu, orang yang bertanggung jawab dalam membuat pedang adalah Amakuni dan putranya, Amakura.
Kemudian mereka meminta bantuan pada dewa Shinto, dan para dewa mengilhami Akamuni untuk membuat pedang yang sempurna, pedang bermata satu dengan sedikit lengkungan. Pedang inilah yang disebut sebagai Kogarasu Maru, awal dari tradisi penempaan pedang Jepang yang tak tertandingi.
Dōjigiri Yasutsuna
Dōjigiri ini diciptakan oleh Yasutsuna dari Hōki, yang dibangun di atas karya pendahulunya Amakuni, di mana menempa pedang samurai sejati pertama. Juga menjadi Tenka-Goken tertua.
Baca juga: Mengenal Hetomato Festival, Tradisi Aneh Bisa Bikin Wanita Perawan Menjerit
Seperti banyak pedang samurai terhebat di Jepang, Dōjigiri juga digunakan dalam pertempuran legendaris. Nama Dōjigiri Yasutsuna muncul setelah Minamoto no Yorimitsu menggunakan pedangnya untuk membunuh iblis pencuri, Shutendōji.
Selain itu, Dōjigiri menjadi salah satu pusaka paling berharga di Jepang, dan telah digunakan oleh shogun Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu.
Mikazuki Munechika
Pedang samurai ini diciptakan oleh Sanjô Munechika dan diberikan sesuai bentuk bulan sabitnya alias mikazuki. Bahkan dianggap pedang yang paling indah dari kelima pedang lainnya. Pedang samurai ini dapat ditemukan di Museum Nasional Tokyo.
Dalam perjalanan sejarahnya yang panjang, Mikazauki Munechika telah dimiliki oleh beberapa keluarga penting di Jepang. Selama pertengahan abad ke-16, pedang ini merupakan milik keluarga Ashikaga, dan digunakan oleh shogun Ashikaga Yoshiteru untuk membela diri sampai dia meninggal dalam serangan di istana oleh keluarga Miyoshi.
Pedang, bersama dengan harta Ashikaga lainnya, diambil oleh Miyohsi Masayasu. Mikazuki Munechika sempat diturunkan beberapa kali sebelum dimiliki oleh keluarga Tokugawa.
Ōtenta-Mitsuyo
Awalnya, Ōtenta-Mitsuyo adalah milik keluarga Ashikaga dan diturunkan dari shogun ke shogun. Ōtenta-Mitsuyo sendiri merupakan salah satu dari tiga pedang harta karun milik Ashikaga Takauji, di mana dua lainnya dikenal sebagai Onimaru-Kunitsuna dan Futatsumei-Norimune. Akhirnya, ketiga pedang itu diturunkan ke Toyotomi Hideyoshi karena dirinya berhasil mempersatukan Jepang.
Menurut legenda, Ōtenta-Mitsuyo berakhir di tangan keluarga Maeda ketika Hideyoshi menawarkannya kepada Maeda Toshiie untuk melawan kekuatan jahat yang menjadikan putrinya Gō. Sejak itu, Ōtenta-Mitsuyo dijaga ketat oleh keluarga Maeda.
Juzumaru-Tsunetsugu
Juzumaru-Tsunetsugu dikenal sebagai pedang rosario (juzumaru). Ini karena hubungannya dengan pendeta Buddha Nichiren. Nanbu Sanenaga memberikan pedang itu kepada Nichiren sebagai alat untuk melindungi dirinya.
Namun, Nichiren tidak tertarik untuk menggunakan pedang tersebut, dan melihatnya sebagai simbol kehancuran. Sampai akhirnya dia menempatkan rosario Buddha di gagang pedangnya, dan memberi pedang itu nama Juzumaru-Tsunetsugu.
Onimaru Kunitsuna
Pedang samurai ini dikenal sebagai pedang iblis atau lima pedang surga yang legendaris di Jepang. Sesuai dengan namanya, pedang samurai ini konon digunakan khusus untuk membunuh iblis atau oni.
Menururt legenda, Hōjō Tokiyori merupakan seorang bupati Kamakura yang jatuh sakit dan dihantui oleh iblis kecil. Dalam mimpinya, dia bertemu dengan seorang lelaki tua dan mengatakan bahwa ia adalah pemilik dari pedang Kunitsuna. Juga dapat menyingkirkan iblis setelah pedang itu dibersihkan.
Setelah Tokiyori membersihkannya, pedang itu secara ajaib jatuh dari raknya dan memotong kaki anglo di dekatnya, di mana kaki itu berbentuk seperti iblis. Tokiyori kemudian tidak pernah dihantui lagi.
Honjo Masamune
Masamune dikenal sebagai ahli pedang terhebat di Jepang, dan telah menciptakan banyak pedang, salah satunya adalah Honjo Masamune yang dianggap sebagai karya terbaiknya. Honjo Masamune juga merupakan salah satu harta terbesar Jepang, serta menjadi simbol Keshogunan Tokugawa pada zaman Edo (salah satu periode kemakmuran terpanjang dan terbesar di Jepang). Pedang itu kemudian diturunkan dari shogun ke shogun.
Meskipun Honjo Masamune sangat penting bagi Jepang, tetapi pedang itu kini telah hilang sejak akhir Perang Dunia II. Setelah Jepang menyerah, Sekutu menuntut keluarga bangsawan untuk menyerahkan pedang mereka.
Alih-alih melawan seperti bangsawan lainnya, mereka dengan rela menyerahkan 14 pedang Tokugawa, di mana salah satunya adalah Honjo Masamune. Sampai saat ini, tidak ada yang tahu di mana keberadaan Honjo Masamune ini.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.