VARIAN baru Omicron memang disebut memiliki kemampuan menular 500 persen atau lima kali lipat lebih. Meskipun dikabarkan lebih mudah menular, namun varian Omicron tersebut tidak lebih mematikan ketimbang varian Delta yang menyerang seluruh dunia.
Dalam wawancara eksklusif dengan iNews beberapa waktu lalu, Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengatakan beberapa laporan menyebut bahwa varian Omicron memiliki kemampuan untuk menghindari sistem imunitas tubuh manusia. Kondisi ini dapat memicu terjadi reinfeksi.
"Yang lebih dinotice saat ini adalah kemarin baru publikasi terkait menghindari sistem immunnya ini. Ini kan menjadi pertanyaan penting. Kalau memang betul varian Omicron menurunkan kemampuan vaksin atau meningkatkan resiko reinfeksi, otomatis kan bisa lama nanti Covidnya," kata dr. Fajri.
Lebih lanjut, data terakhir yang dipublikasikan menunjukkan bahwa varian Omicron 2,9 kali lebih tinggi untuk menyebabkan reinfeksi pada manusia. Alhasil setelah terkena Covid-19, seseorang bisa terinfeksi kembali varian Omicron.
"Selain itu, varian Omicron bisa mengurangi kemampuan antibodi. Jadi pada orang yang divaksin atau pernah kena Covid-19 disuntik vaksin Pfizer diadu dengan varian Omicron, ternyata kemampuannya berkurang 40 kali lipat dibandingkan dengan varian yang sebelumnya," kata dia.