HAMPIR setiap hari sejumlah wilayah di Tanah Air diguyur hujan. Tak hanya banjir dan tanah longsor, ancaman nyamuk demam berdarah (DBD) pun mengintai selama musim penghujan.
Oleh karena itu masyarakat harus waspada dan berhati-hati serta melakukan antisipasi untuk mencegah penularan DBD. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan gerakan 3M Plus.

Merangkum dari laman Instagram resmi Pemprov DKI Jakarta, @dkijakarta, Jumat (10/12/2021), 3M Plus sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi masyarakat Indonesia, namun masih banyak orang yang belum memahaminya. Berikut langkah-langkah menjalankan 3M Plus.
Gerakan 3M meliputi:
1. Menguras tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti: bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampungan air lemari es, dll.
2. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti: drum, kendi, toren air, dll.
3. Memanfaatkan kembali atau daur ulang barang bekas yang berpotensi jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah.
Baca juga: Waspada! Angka DBD di Tangsel 3 Bulan Terakhir Naik, Totalnya 63 Kasus
Sementara Plus merupakan segala bentuk kegiatan pencegahan lainnya, seperti:
1. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan misalnya water toren, gentong, tempayan penampung air hujan dll.
2. Menggunakan kelambu saat tidur.
3. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk.
4. Menanam tanaman pengusir.
5. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah.
6. Menggunakan anti nyamuk semprot atau oles bila diperlukan.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.