Sementara itu, menurut pandangan Aktivis Perempuan Dwi Rubiyanti Kholifah, perempuan dan laki-laki memang berbeda secara fisik emosional dan sebagainya. Tetapi perlakukannya bukan untuk dibedakan.
"Kemampuan yang diberikan Tuhan setara ini seharusnya bisa dijaga dan ditumbuhkan untuk kepentingan keluarga dan untuk kepentingan masyarakat, Namun kenyataannya ini kan masih timpang," ucapnya.
Rubi pun menambahkan "Enggak semua perempuan bisa mengekspresikan itu dan belum bisa menata leadershipnya dengan baik. Karena kadang-kadang masih takut sama suami."
Di sinilah perempuan mengalami krisis percaya diri. Hal itu tidak terlepas dari faktor kemiskinan, literasi dan bermacam kondisi yang menekannya tidak bisa berekspresi.
Sebagai solusi, perempuan perlu dibantu agar lebih terbuka dan mandiri. Senada dengan Nina, Rubi mengatakan bahwa leadership menjadi hal penting.
"Sudah saatnya membantu para perempuan terutama di kalangan akar rumput agar memiliki kemampuan menyampaikan apa yang dia pikirkan, rasakan dan percaya diri untuk berbicara," tutup Rubi.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.