"Infeksi awal yang dilaporkan termasuk di antara studi universitas, individu yang lebih muda yang cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan. Tetapi memahami tingkat keparahan varian Omicron akan memakan waktu berhari-hari hingga beberapa minggu," lanjutnya.
Oleh sebab itu, WHO terus mendeteksi infeksi dengan Omicron melalui tes PCR awal bulan ini dan melakukan penelitian yang sedang berlangsung untuk menentukan apakah ada dampak pada tes deteksi antigen cepat.
Baca juga: Varian Covid-19 Omicron, Virus yang Memiliki 30 Mutasi Protein Spike
Namun, dalam sebuah pernyataan, agensi menegaskan kembali bahwa bukti awal menunjukkan mungkin ada risiko infeksi ulang yang lebih tinggi dari varian tersebut.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.