"Manfaat pertama adalah babi membantu membuat area tersebut kurang menarik bagi burung dengan menghilangkan sumber makanan," kata Gloudemans.
"Manfaat kedua adalah fakta bahwa sebagai pemakan daging, babi juga akan mencoba menangkap angsa yang mendarat di ladang untuk beristirahat," ujarnya.
Sementara babi tidak bisa bergerak cukup cepat untuk benar-benar menangkap angsa, upaya mereka untuk melakukannya berarti mereka bertindak seperti orang-orangan sawah yang hidup dan menakut-nakuti burung.
Peternakan Gloudemans menghasilkan sekitar 300 anak babi per tahun. Mereka biasanya dikerahkan di sekitar Belanda untuk membersihkan gulma atau sisa tanaman dari panen, bukan sebagai bagian dari keamanan pesawat.
Bandara Schiphol mengatakan keberhasilan proyek akan diukur dengan menganalisis aktivitas burung di daerah tersebut selama babi ada, dibandingkan saat tidak adanya babi.
Bandara ini telah mempekerjakan 20 pengontrol burung yang bekerja sepanjang waktu untuk menjauhkan burung, menggunakan teknologi seperti sinar laser dan suara. Selain itu, mereka menanam jenis rumput khusus untuk membuat daerah itu tidak menarik bagi burung.
(Kurniawati Hasjanah)