Karina menekankan, ada makna anti-sosial lain yang harus dipahami masyarakat yaitu 'antisocial personality disorder' yang mana ini belum tentu di alami anak. "Karena gangguan ini terlihat saat dewasa, dikenali dengan tidak peka dan kasar dalam berinteraksi dengan orang lain dan beberapa tanda spesifik lain," sambungnya.
Terlepas dari itu, Karina menegaskan bahwa peran orangtua di sini sangat penting. Mereka jangan sampai mengabaikan anak saat dia hanya di rumah saja. "Kehadiran orangtua itu penting untuk si anak. Ini harus dilakukan meski tanpa adanya pandemi," tegas dia.
Ingat, seorang belajar tentang dasar-dasar sosialisasi dari lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga. Dari keluarga, kata Karina, si anak belajar bagaimana menempatkan diri atau bagaimana menghadapi kekalahan.
Nah, untuk mencegah anak jadi antisosial, Karina punya tips yang bisa dilakukan orangtua saat pandemi. Upaya ini tentu diharapkan mampu mengembangkan kemampuan bersosialisasi si anak meski dia di rumah saja.
1. Orangtua lebih 'cerewet' ke anak
Cerewet di sini maknanya adalah orangtua lebih sering berinteraksi dengan bertanya kepada anak yang reflektif.