Menurut Mei, orang yang suka bawa-bawa jabatan dan gelar itu sebenarnya kasihan. "Kenapa? Karena mungkin dia butuh dilayani, butuh diterima, atau butuh penghargaan tetapi dengan cara yang kurang etis," kata dia.
Mei melanjutkan, pada beberapa kasus, orang yang bawa-bawa gelar dan jabatan saat marah itu melakukan hal tersebut secara sadar dan spontan. Hal ini terkait juga dengan kondisi otak saat marah yang biasanya tidak dapat berpikir jernih.
"Itu kenapa, saya selalu percaya bahwa marah bukanlah jalan menyelesaikan masalah. Marah malah menciptakan masalah baru dan ini hukumnya mutlak," katanya.
"Dan soal melontarkan gelar dan jabatan, pada beberapa kasus, pelaku melakukannya dengan sadar dan spontan. Tapi, sejatinya kita sebagai manusia bisa memilih mau meneruskan spontanitas itu atau menyudahinya dengan tarik napas dan mengaku kekeliruan," tambah Mei.
"Sayangnya, banyak manusia mempertahankan egonya dan ingin menang dari orang lain. Ini yang kemudian membuat refleks spontan yang keluar saat marah tetap dilanjutkan, bukan diperbaiki," terangnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.