Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kehidupan ala La Sape, Tampil Perlente Meski Hidup Miskin

Andin Nurul Alifah , Jurnalis-Senin, 22 November 2021 |20:09 WIB
Kehidupan ala La Sape, Tampil Perlente Meski Hidup Miskin
Ilustrasi kaum Sapeurs (dok Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Sapeurs, anggota komunitas La Sape yang merupakan pecinta fesyen di Kongo yang rela melakukan apapun demi tampil perlente. Termasuk rela tidak makan.

Melansir New York Times, komunitas Sapeurs berlangsung sejak ahir tahun 1980-am. Mereka pantang mengenakan busana tiruan karena jenis busana itu dianggap sebagai penghinaan dan tidak dibenarkan.

Untuk itu, mereka bekerja keras mengumpulkan uang untuk membeli barang bermerek asal Paris, misalnya Yves Saint Laurent dan Yohji Yamamoto.

Baca Juga:

Cap Segel Usia 3.250 Tahun Milik Pangeran Het Ditemukan di Turki

Terekam CCTV Anak Anjing Bermain dengan Anjing Hantu, Bikin Bulu Kuduk Merinding

Bagi yang tidak mampu, terdapat jasa penyewaan busana mewah yang bisa dikunjungi. Namun, biaya sewa busana itu juga mahal.

Harga busana Sapeurs rata-rata tiga kali lipat lebih besar dari penghasilan bulanan mereka.

Bagi Sapeurs membeli baju desainer ternama menjadi kebutuhan utama dibandingkan untuk makan dan sebagainya.

(Kurniawati Hasjanah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement