Aktivitas fisik, kata Dhika, adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan otot rangka yang memerlukan pengeluaran energi. Aktivitas fisik terbagi menjadi dua macam yaitu non exercise physical activity (NEPA), exercise dan sport. Setiap jenis aktivitas fisik tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.
Aktivitas fisik jenis NEPA adalah Gerakan aktivitas ini tidak terstruktur dan tidak dapat terukur (melalui denyut nadi), dapat mengurangi kalori harian. Contohnya adalah menyapu dan mengepel.
Sedangkan Exercise, adalah gerakan yang terstruktur dan terukur, dapat mengurangi kalori, dan meningkatkan kebugaran tubuh. Contoh dari aktivitas ini adalah jogging, lari atau bersepeda. Aktifitas sport adalah aktivitas fisik yang memiliki aturan main, goals, dan dapat dikompetisikan, misalnya futsal, basket.
Dari ketiga jenis di atas, yang paling dibutuhkan dan paling tepat untuk dilakukan di masa pandemi untuk meningkatkan kebugaran dan imunitas adalah exercise. Sedangkan sport, karena tidak dapat dilakukan secara sendiri, cenderung berpotensi pada terjadinya penularan Covid 19.
Struktur dan ukuran yang biasa digunakan dalam exercise adalah FIIT, akronim dari frequency (seberapa rutin exercise dilakukan), intensity (keterukuran melalui denyut nadi), time (durasi waktu latihan), dan type (jenis latihan yang dilakukan).
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.