Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merawat Tradisi Membuat Gerabah, Kerajinan Sudah Ada Sejak Berdirinya Candi Borobudur

Wilda Fajriah , Jurnalis-Rabu, 17 November 2021 |23:03 WIB
Merawat Tradisi Membuat Gerabah, Kerajinan Sudah Ada Sejak Berdirinya Candi Borobudur
Menparekraf Sandiaga Uno di sentra kerajinan gerabah milik Supoyo (Instagram @gerabaharumart_)
A
A
A

Meski produknya belum meluas ke pasar ekspor, namun barang dagangan Supoyo ini seringkali diminati para wisatawan sebagai suvenir atau kenang-kenangan saat berwisata ke desa tersebut. Bahkan, Supoyo juga mengajak para wisatawan yang datang untuk ikut praktek membuat gerabah.

Sayangnya, sejak pandemi melanda, Supoyo mengaku usahanya ini sangat berdampak. Jika sebelum pandemi, dalam satu bulan, Supoyo bisa mendapatkan pengunjung hingga 3.000 orang.

Ilustrasi

Setelah pandemi, tidak ada wisatawan yang berkunjung. Hanya pengrajin saja yang masih terus semangat untuk memproduksi gerabah.

"0 persen, enggak ada sama sekali penerimaan tamu. Semestinya pemerintah segera membuka jalur wisata. Karena kesehariannya kita sudah berbaur dengan dunia pariwisata," tukasnya.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement