OLAHRAGA pacuan kuda memberikan banyak momen bersejarah. Salah satu momen tak terlupakan di antaranya cerita kemenangan sang joki legendaris, Frank Hayes asal Amerika Serikat pada Juni 1923.
Kisahnya unik lantaran ia memenangkan lomba dalam kondisi sudah meninggal dunia saat masih menunggangi kudanya.
Frank Hayes menyabet kemenangan bersama kuda jagoannya, Sweet Kiss di Belmont Park, New York. Saat diketahui kabar meninggalnya Hayes, dokter John AH Voorhees pun berlari untuk memeriksa keadaannya.
Terlansir dari Headstuff, diketahui dari pemberitahuan resmi dokter Voorhees, bahwa Hayes meninggal secara mendadak dikarenakan memiliki riwayat serangan jantung, dan mendadak kambuh di pertengahan balapan kuda.
Hal tersebut dikarenakan kurangnya validasi tentang riwayat kesehatan peserta yang mengikuti balapan kuda. Hingga menyebabkan Hayes yang memiliki riwayat serangan jantung tetap diperbolehkan mengikuti perlombaan, sungguh kesalahan yang sangat fatal dari panitia lomba.
Baca juga: Serunya Berburu Sunset Sambil Menunggang Kuda di Pantai Jeddah
(Frank Hayes, Foto: Headstuff)
Frank Hayes memang mendedikasikan seluruh waktu dan energinya untuk pacuan kuda. Tetapi Hayes kerap kali harus menerima kenyataan bahwa dia tidak pernah berhasil menjadi joki kelas satu.
Bahkan, karena ambisinya untuk mengikuti lomba di Belmont Park, Hayes berani menurunkan berat badannya hanya dalam hitungan hari, dari mulanya 64 menjadi 58 kilogram.
Tibalah waktu di mana Frank berkesempatan menunggangi salah satu kuda yang telah dilatihnya untuk balapan.
Baca juga: Sepasang Zebra Berkeliaran di Jalan Raya Bikin Repot Polisi
Kuda itu bernama Sweet Kiss, yang ternyata sudah lama tidak pernah mengikuti lomba. Bahkan karena kematian Frank, kuda itu dijuluki sebagai 'Sweet Kiss of Death'.
Di awal pertandingan, Gimmie memimpin lomba. Namun tanpa disangka Hayes dan Sweet Kiss tiba-tiba saja melaju cepat memimpin di tikungan terakhir, setelah lintasan sejauh dua mil.