Perlu diketahui bahwa ketulian dikategorikan berdasarkan tingkatannya mulai dari yang ringan hingga berat. Tuli ringan contohnya tidak jelas mendengar perkataan lawan bicara sehingga minta diulang. Tuli ringan hanya bisa mendengarkan suara antara 30-40 desibel.
Normalnya, pendengaran manusia dengan telinga yang sehat dapat mendengar tanpa ada batas waktu mulai dari 0 hingga 25 desibel. Di atas itu, ada batasan waktu untuk telinga mendengarkan suara yang keras agar tidak terjadi kerusakan pada organ dalam telinga.
Suara dengan kekuatan 0 hingga di bawah 10 desibel seperti suara embusan angin yang menyebabkan gesekan daun serta suara burung berkicau. Suara 10 sampai 20 desibel seperti suara air menetes dan bicara dengan berbisik.
Namun, orang dengan kemampuan pendengaran di atas 40 desibel terkadang mendengar orang lain berbicara dengan kata yang tidak beraturan.
Orang dikatakan tuli sedang apabila kemampuan pendengarannya di atas 40-60 desibel. Misalnya, apabila dipanggil namanya dari belakang dia tidak mendengar.
Suara dengan kekuatan 50-70 desibel antara lain suara bayi menangis, mesin penghisap debu, dan gonggongan anjing.
Jika kemampuan pendengarannya berada pada 80 desibel, seseorang tidak dapat mendengar suara orang berbicara sehingga membuatnya hanya menerka dan membaca gerakan bibir. Kategori ini termasuk dalam tuli berat.