Lebih lanjut Menkes Budi mengatakan, jika pemerintah memulai vaksinasi booster terlalu cepat, maka Indonesia akan dinilai seperti negara yang tidak adil.
Alhasil saat ini pemerintah Indonesia masih memperlihatkan itikad baik terhadap penggunaan vaksin Covid-19. Sebab saat ini banyak juga masyarakat Indonesia yang juga belum mendapatkan vaksin.
Baca juga: Geger Dokter Disuap untuk Vaksinasi Pakai Air, Endingnya Mengejutkan!
“Hitung-hitungan kami pada akhir Desember 2021, mungkin 59 persen penduduk bisa dicapai untuk vaksin dua kali sementara 80 persen sudah dapat vaksin pertama. Jadi kondisi tersebut adalah saat yang lebih proper dan tepat untuk memberikan vaksin booster ke depannya,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)