Masyarakat Trunyan memang sengaja membiarkan mayat terletak begitu saja tanpa dikubur. Mayat dipagari dengan anyaman bambu yang dinamakan ancak saji.
Pemakaman adat Trunyan ini disebut dengan Mepasah.

Turis yang kesana tidak akan mencium bau apapun dari mayat yang berjejeran. Sebab, jasad mereka tidak mengeluarkan bau busuk. Masyarakat meyakini kalau ini adalah pengaruh pohon taru menyan yang ada disekitarnya.
Postingan Richard Kyle mendapat reaksi positif dari warganet. Beberapa dari mereka memuji keberanian dia saat berkunjung ke Trunyan.
"Gak takut ya," kata warganet.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.