Vlachopoulos dan rekan pun melakukan dua tes. Pertama, mereka mempelajari 24 pria dan wanita sehat di awal usia 30-an yang semuanya perokok dan peminum kopi. Tidak ada yang menggunakan obat jantung atau kontrasepsi oral, semua memiliki tekanan darah normal, dan tidak ada yang menderita diabetes atau kadar kolesterol tinggi.
Peserta berpuasa dari rokok dan kopi setidaknya selama 12 jam sebelum masing-masing dari empat sesi, yang melibatkan merokok satu batang selama lima menit atau minum dua cangkir kopi diikuti satu jam kemudian dengan merokok. Sebagai perbandingan, beberapa peserta diberi kopi bebas kafein diikuti satu jam kemudian dengan rokok palsu.
Para peneliti menemukan peningkatan terbesar dalam kekakuan arteri terjadi pada peserta yang minum kopi dan merokok dalam sesi yang sama. Tes kedua diselenggarakan secara berbeda tetapi memiliki hasil yang serupa.
Kali ini, para ilmuwan mempelajari kelompok yang lebih besar yakni 160 orang. Seperti pada tes pertama, semua peserta sehat dan tidak mengonsumsi obat jantung atau kontrasepsi oral.
Para peneliti membagi peserta menjadi empat kelompok: perokok yang minum kopi, perokok yang tidak minum kopi, bukan perokok yang minum kopi, dan bukan perokok yang tidak minum kopi.