Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pilot Tolak Divaksin, Maskapai Ini Habiskan Rp19 Juta Tiap Pekan Bayar Cuti Karyawan

Ruben Hard Silitonga , Jurnalis-Jum'at, 29 Oktober 2021 |06:00 WIB
Pilot Tolak Divaksin, Maskapai Ini Habiskan Rp19 Juta Tiap Pekan Bayar Cuti Karyawan
Pesawat United Airlines (Reuters)
A
A
A

UNITED Airlines Inc menyatakan perusahaannya menghabiskan uang sampai USD1,4 juta atau Rp19,8 juta per dua pekan gara-gara ada sejumlah pilot yang tidak bersedia divaksinasi COVID-19. 

Uang itu digunakan untuk membayar cuti pilot tersebut karena rekan-rekannya tidak mau terbang bersama mereka dengan alasan keselamatan. 

Baca juga: Tips dari Pilot, Begini Cara Menyelamatkan Diri saat Kecelakaan Pesawat

Hal itu diungkapkan pihak maskapai United Airlines kepada hakim federal di Amerika Serikat yang menangani sidang gugatan yang diajukan pilot yang menolak aturan vaksin oleh perusahaan.

Melansir dari Bloomberg, Kamis (28/10/2021), uang cuti berbayar yang sudah dikeluarkan perusaan tidak mungkin dikembalikan bahkan jika mereka memenangkan gugatan yang menantang mandat vaksin maskapai untuk semua karyawan AS.

 

Hakim Distrik AS, Mark Pittman bergeming dengan pernyataan perusahaan.

Pada Senin lalu, ia memperpanjang perintah penahanan sementara hingga 8 November 2021, terkait larangan maskapai menempatkan pekerja yang tidak divaksinasi dengan keberatan agama atau medis terhadap mandatnya tentang cuti yang tidak dibayar.

Baca juga: COVID-19 Menggila, Maskapai Ini Wajibkan Vaksinasi Semua Karyawan

Pittman, yang ditunjuk mantan Presiden Donald Trump bahwa pengadilan akan mempertahankan status quo sebelum dia memutuskan apakah akan mencabut mandat aturan vaksin United.

Tanpa perintah penahanan, ratusan pekerja mungkin “dipaksa untuk melakukan vaksinasi yang melanggar keyakinan agama atau batasan medis mereka” atau menghadapi “ditempatkan pada cuti tanpa batas waktu,” tulis Pittman.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement