"Jadi, prososial behavior yang dilakukan Baim Wong memang betul menolong orang lain, tapi yang dilakukannya tidak sampai altruisme, tidak sampai menumbuhkan nilai-nilai kepedulian, nilai kasih sayang, hanya menjadikan tindak prososial sebagai pamer pribadi. Ini yang bahaya," papar Ade Iva.
Ia menambahkan sedikit bahwa sebagai influencer atau orang yang memiliki power di masyarakat, Baim Wong dan teman-teman selebgram, selebriti, youtuber lainnya, kalian itu memiliki tanggung jawab kepada masyarakat.
"Aksi atau perbuatan kalian itu dilihat masyarakat dan bahkan ditiru. Karena itu, penting sekali untuk sadar akan nilai-nilai dasar bangsa ini, salah satunya menghormati orang tua," kata Ade Iva.
"Altruisme maupun nilai kasih sayang dan menolong sesama itu tidak semua bisa diperdagangkan, dalam hal ini dikontenkan dan disebarkan di media sosial. Orang menolong, ya, karena hatinya ingin menolong dan mensejahterakan orang lain, bukan karena ingin dipandang hebat oleh orang lain," tambahnya.
Baim Wong minta maaf
Setelah kasusnya viral, akhirnya Baim Wong melayangkan permintaan maaf kepada kakek Suhud lewat akun Instagramnya. Dalam unggahannya, Baim mengakui bahwa dirinya salah lantaran sempat bersikap tidak sopan di depan pria paruh baya tersebut.
"Maaf untuk kesalahan saya," ungkap Baim dalam unggahan foto di Instagramnya.
"Untuk Kakek Suhut. Maaf ya, saya salah. Seharusnya saya bisa lebih sopan. Banyak belajar saya," jelasnya.
Lebih lanjut, suami dari Paula Verhoeven ini berharap jika suatu saat dirinya bisa bertemu kembali dengan kakek Suhud. Hal itu diharapkan oleh bapak dua anak ini, agar dirinya bisa mengucapkan permohonan maaf secara langsung pada kakek Suhud.
"Kalau memang diizinkan, insya Allah nanti kalau bisa, saya mau ketemu untuk bilang langsung," ujar Baim.
"Sekali lagi maaf Pak," lanjutnya.
(Helmi Ade Saputra)