LANGKAH Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mewajibkan masyarakat menggunakan aplikasi PeduliLindungi di beberapa tempat memang menimbulkan kontroversi. Banyak dari masayarakat yang tidak memiliki handphone memadai untuk aplikasi tersebut mengeluh.
Salah satu kelompok yang mengeluhkan penggunaan aplaikasi tersebut adalah para buruh pabrik yang ponselnya masih sangat terbatas. Hal ini tentu saja membuat mereka tidak bisa masuk ke area pabrik.
Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji menerangkan bahwa pada Oktober mendatang, masalah seperti ini tak akan ada lagi. Sebab, Kementerian Kesehatan sudah bekerja sama dengan perusahaan untuk menangani masalah ini.
"Industri itu pegawainya sudah fix, ya, orangnya itu-itu saja. Itu yang akan kami daftarkan," terang Setiaji dalam webinar BNPB, belum lama ini.
Nah, bagi buruh pabrik yang memang tidak memiliki ponsel atau susah mengunduh PeduliLindungi karena memori hp kecil, maka solusi yang ditawarkan Kemenkes adalah berkomunikasi dengan pengelola pabrik dan memberitahu daftar pegawai yang sudah tercatat dengan kondisi 'khusus' tersebut.
"Jadi, malam hari sebelum bekerja, kami akan memberikan notifikasi ke pengelola pabrik, memberitahu bahwa orang tersebut sudah divaksin terus kemudian aman bekerja," ujarnya. "Ini untuk menjawab apabila pabrik memiliki beberapa karyawan yang tidak memiliki fasilitas hp," sambungnya Setiaji.