“Tidak melulu soal pemenuhan kebutuhan, ternyata di balik sebuah kuliner menyimpan banyak cerita menarik. Pada docuseries ini penonton akan diajak masuk lebih dalam ke sendi kehidupan pemilik resto yang selama ini belum pernah dibuka ke orang lain sekaligus mengungkap latar belakang dari setiap menu kuliner legendaris yang tercipta. Bersama Lifelike Picture semua cerita ini dirangkum menjadi sebuah content yang sentimental, apa adanya dan pastinya akan mengispirasi semua kalangan” ujar Clarissa Tanoesoedibjo selaku Managing Director Vision+.

Clarissa juga menambahkan, “Once Upon a Time in Chinatown akan membawa penontonnya bernostalgia akan kilas-kilas sejarah, kultur dan budaya Tionghoa yang melekat dari sebuah sajian makanan.”
Sheila Timothy, sutradara Once Upon a Time in Chinatown mengatakan, "Once Upon a Time in Chinatown adalah sebuah berkat, Kami dipertemukan dengan banyak sekali narasumber yang begitu menarik. Ide awal yang hanya ingin mengangkat budaya dan kuliner akhirnya berkembang menjadi suatu karya yang sangat hangat dan penuh inspirasi. Ditambah dengan visual, music dan sound design yang sangat cantik."
Menurutnya, ini juga suatu karya documenter series yang menjadi kebanggaan bagi semua yang terlibat. Sheila mengaku bersyukur bisa berpartner dengan Zack Lee dan dipertemukan dengan Tirta Lie. "Tidak sabar ingin berbagi kehangatan ini dengan semua penonton,” ucapnya.