Hal menarik lainnya dari tubuh badak, terletak pada kulitnya yang berlapis-lapis dan tebal. Namun, siapa sangka jika kulit tebal dari hewan raksasa satu ini termasuk sensitif.
Untuk itu, mereka memiliki hobi berkubang agar suhu tubuhnya tetap terjaga dan mencegah penyakit serta parasit pada kulitnya. Selain itu, satwa yang memiliki nama latin Rhinoceros sondaicus ini memiliki jarak pandang yang terbatas. Meski demikian, pendengaran badak Jawa termasuk yang sensitif.
2. Pemakan tumbuh-tumbuhan

(Foto: WWF)
Satwa yang hidup di hutan tropis ini merupakan seekor pemakan tumbuh-tumbuhan atau biasa disebut herbivora. Badak akan memakan tumbuhan berupa tunas, ranting, daun muda, dan buah-buahan yang jatuh. Hewan yang tidak memiliki predator pemangsa ini bisa memakan beragam jenis tumbuhan.
Meski hanya memakan tumbuh-tumbuhan, badak Jawa bisa memiliki bobot mulai dari 900 hingga 2300 kg. Diperkirakan, badak Jawa bisa menyantap makanan hingga 50 kg setiap harinya, lho!
3. Mempunyai sifat melindungi

(Foto: Pixabay)
Hewan mamalia raksasa ini memiliki sifat melindungi yang terlihat dari bagaimana cara induk badak melindungi anaknya. Pasalnya, setelah mengandung dengan jangka waktu 15 hingga 16 bulan, badak betina akan mengasuh dan melindungi anaknya hingga berusia tiga tahun.
Bahkan, saat merasa terancam, induk badak akan menempatkan anaknya di antara kakinya. Hingga kondisi aman, induk badak akan menyuruh badak kecil berlari dan bersembunyi. Setelah itu, ia akan menghapus jejak kaki buah hatinya agar tidak terlihat arah persembunyian anaknya. Wah, penyayang ya!
4. Satwa penyendiri

(Foto: Taman Nasional Ujung Kulon)