Bagaimana ancaman learning loss dapat dikurangi?
Salah satunya adalah membuka kembali sekolah tatap muka. Berdasar standar yang diberikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), anak-anak yang sekolah lagi wajib pakai masker dan jaga jarak.
Lalu, pada studi McKinsey disarankan agar sekolah tatap muka tetap dijalankan asal dilangsungkan selama 50 jam pengajaran selama 2 minggu atau sekitar kurang dari 2 jam per hari.
Tak hanya itu, strategi mengisi kesenjangan pembelajaran perlu dilakukan dan disesuaikan pastinya dengan kondisi saat ini. Hal ini dianggap cukup 'adil' di situasi pandemi Covid-19.
"Jadi, harus disediakan pelajaran standar berdasarkan usia siswa dan modalitas pembelajaran jarak jauh mereka. Pastikan juga guru mempertahankan minat belajar siswa misal dengan memverifikasi kehadiran online termasuk waktu libur mereka," terang laporan UKFIET.
Selain itu, kunjungan langsung guru ke rumah siswa dengan tentunya mengikuti protokol kesehatan bisa menjadi salah satu solusinya. "Kemudian guru menindaklanjuti proses pembelajaran melalui media online," tambahnya.
Hal yang cukup penting di sini juga adalah keterlibatan orangtua sebagai guru anak-anak di rumah. Kegiatan bersama orangtua membantu menciptakan solidaritas sekaligus kedekatan anak dengan orangtua semakin baik. Ini juga meningkatkan semangat si anak karena dilibatkan dalam proses pembelajaran.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.