Dokter yang berfokus pada neurologi klinis di Indiana University School of Medicine, Indianapolis, Dr. Stephanie M. Stahl mengatakan, studi ini menambah banyak bukti bahwa kurang tidur memiliki efek merugikan pada tubuh seseorang.
Sebagian orang meremehkan efek kurang tidur terus menerus pada kesehatan mental dan fisik mereka. Banyak orang percaya dapat mengganti tidur yang hilang dengan tidur lebih lama di akhir pekan, misalnya. Namun, penelitian baru menunjukkan hal ini tak membantu.
"Kurang tidur kronis, masalah yang sangat kurang disadari di masyarakat. Kurang tidur adalah penyebab yang sangat umum dari konsentrasi yang buruk, kurangnya perhatian, dan kantuk di siang hari, meningkatkan risiko kecelakaan, termasuk kecelakaan kendaraan bermotor," tutur Stahl.
Masalah yang terkait dengan kurang tidur tidak berakhir di situ. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, kanker, infeksi, dan demensia.
Seperti dikutip dari Antara, sebuah penelitian yang diterbitkan awal tahun ini di jurnal Nature Communications, menunjukkan, tidur 6 jam atau kurang secara teratur pada usia 50 dan 60 tahun meningkatkan risiko demensia sebesar 30 persen.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.