Dokter Gunadi mengungkapkan bahwa virus penyebab covid-19 terus bermutasi dengan memunculkan varian-varian baru yang memiliki tingkat keganasan dan keparahan yang berbeda apabila terinfeksi. Meski demikian, bagi mereka yang pernah terpapar covid-19 atau sudah mendapat vaksin covid-19, telah memiliki kekebalan alami.
"Kekebalan alami yang ditimbulkan oleh infeksi alami pasti ada, tapi seberapa besar bisa melindungi dari risiko terinfeksi varian lain diperlukan riset lebih lanjut," terangnya.
Baca juga: Masih Aman, Wamenkes Sebut Varian Mu Tak Terdeteksi di Indonesia
Fakta-Fakta Singkat Covid-19 Varian Mu dan Delta
- Varian Mu
Varian Mu pertama kali teridentifikasi di Kolombia dengan kasus hingga saat ini di angka 39 persen per seluruh kasus covid-19. Kode ilmiah untuk varian Mu adalah B.1.621. Karakteristik varian Mu dipercaya kebal vaksin karena mampu menetralisasi antibodi yang ada di dalam tubuh. Secara global, kasus varian Mu hanya 0,1 persen.
- Varian Delta
Varian Delta pertama kali teridentifikasi di India dengan kode ilmiah B.1.617.2. Varian Delta kini mendominasi keseluruhan kasus covid-19 di banyak negara, termasuk di Indonesia. Menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi, kasus covid-19 varian Delta di Indonesia sebesar 96 persen.
(Hantoro)