Karena itu, untuk mengimbangi hard skill, soft skill juga dibutuhkan. Namun sayangnya soft skills kurang digali banyak orang.
Soft skill merupakan kemampuan atau kecerdasan secara emosional, meliputi kemampuan berinteraksi (interpersonal skills) dan kemampuan mengelola diri (intrapersonal skills). Umumnya, bangku sekolah hanya mengajarkan kemampuan ini sekira 10% saja.
Ketika seseorang mengasah soft skill akan menambah kemampuan berkomunikasi yang baik, etika kerja, kepemimpinan, dan manajemen waktu. Maka jangan lupakan peran soft skill ini.

Muflih Dwi Fikri, perwakilan Global Millennial Group mengatakan, di era sekarang, ada begitu banyak tantangan dan juga kemungkinan. Maka anak harus mau belajar hal baru, termasuk soft skill, baik sebelumnya tidak sukai ataupun tidak pernah dipelajari.
"Anak muda harus mempersiapkan diri mereka sejak dini untuk menghadapi rintangan di masa mendatang, salah satunya melalui peningkatan soft skill,” ujar Muflih lewat keterangannya.
Dalam mengasah soft skill, anak perlu dibimbing. Baik oleh orangtua maupun mentor khusus.