'Apakah kita pernah bertemu?'
Sungguh aneh mendengar dua awak saling bertanya di akhir penerbangan panjang, padahal mereka telah bekerja bersama selama berjam-jam.
Kru mengajukan pertanyaan saat memastikan penumpang sudah memasang sabuk pengaman. Jika salah satu pramugari memeriksa kabin dari depan ke belakang dan yang lainnya dari belakang ke depan, mereka harus mengatakan dengan lantang bahwa mereka telah 'bertemu' di tengah.
Dengan begitu mereka tahu semua orang terikat sabuk pengaman dan kabin aman untuk mendarat.
Saatnya untuk menyikat dan menyiram
Tidak ada anggota kru yang akan tersenyum ketika mereka mengatakan ini. Itu berarti giliran mereka untuk membersihkan toilet. Dalam penerbangan 12 jam tidak ada orang lain yang melakukan pembersihan, jadi semua orang bergantian melakukan pekerjaan kotor. Pekerjaan itu dilakukan dengan kecepatan, sambil menahan napas, memejamkan mata dan memikirkan kolam renang di hotel.

Aku rindu jus kru
Sebagian besar dikatakan oleh orang-orang tua. Di masa lalu, kru menuangkan anggur dan minuman beralkohol ke dalam botol air mineral kosong di akhir penerbangan.
Kemudian membagikannya dalam perjalanan ke hotel singgah. Namun saat ini minuman beralkohol dilarang terkait aturan keselamatan.
Maaf itu turbulensi
Itulah yang dikatakan kru jika mereka menumpahkan kopi atau anggur ke penumpang. Hati-hati ketika Anda mendapat kata-kata itu. Sebab kru tidak pernah menumpahkan apa pun pada wanita yang sopan atau penumpang yang mereka sukai.
Kalimat itu hanya akal-akalan kru. Tidak pernah ada turbelensi sungguhan. Mereka 'tidak sengaja' menumpahkan minuman pada penumpang yang mengomel tiada henti selama penerbangan.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.