Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

China Perketat Penerbangan Internasional hingga Tahun Depan

Antara , Jurnalis-Jum'at, 03 September 2021 |17:03 WIB
China Perketat Penerbangan Internasional hingga Tahun Depan
Pesawat China Southern Airlines terparkir di Bandara Guangzhou (Foto: Instagram/@will_hua_su)
A
A
A

REGULATOR Penerbangan China kemungkinan masih akan memperketat pengoperasian penerbangan internasional sepanjang semester I 2022. Demikian menurut analis yang mengutip pernyataan Air China pekan ini.

Langkah tersebut berimplikasi luas pada pariwisata di wilayah Asia Pasifik di mana pelancong keluar China biasanya memainkan peran yang sangat besar, meskipun negara-negara lain juga masih lamban untuk membuka perbatasan karena tingkat vaksinasi yang cenderung rendah dan melonjaknya kasus Covid-19.

Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) bulan lalu menyebutkan tingkat penerbangan internasional mingguan hanya dua persen dibandingkan 2019 sebab banyak penerbangan yang ditangguhkan di tengah tingginya angka kasus Covid-19 impor.

"Tiga maskapai terbesar China yakni Air China, China Southern Airlines, dan China Eastern Airlines menuturkan dalam panggilannya bahwa pembatasan yang diberlakukan CAAC dalam penerbangan internasional kemungkinan akan berlanjut sampai Semester I 2022 sebagai pendekatan pemerintah dalam mencegah Covid-19 jelang Olimpiade Musim Dingin Beijing Februari mendatang," kata Kepala Penelitian Pengiriman, Pelabuhan, dan Transportasi Asia HSBC, Parash Jain.

Baca juga: Pariwisata China Mulai Bangkit Usai Sukses Tangani Corona

Menurut Jain, langkah tersebut akan memundurkan pemulihan total ke 2024. Ekspektasi dari pemulihan yang tertunda dalam perjalanan internasional sebagian menyebabkan analis menurunkan prakiraan pendapatan selama beberapa tahun ke depan.

Misalnya, China Merchant Securities memangkas estimasi laba bersih Air China ke minus sembilan milliar, 2,7 milliar, dan 6,7 milliar Yuan pada 2021, 2011, dan 2023.

Manajemen Air China mengatakan kepada analis bahwa pemulihan perjalanan keluar China akan lebih lambat dari Amerika Serikat dan Eropa lantaran mayoritas negara berkembang belum mencapai tingkat vaksinasi yang tinggi.

Mereka menambahkan CAAC tidak berniat untuk melonggarkan pembatasan hingga setelah Semester I 2022.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement