Karena itu, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Jember ini meminta kepada masyarakat agar semakin aware untuk berperan aktif mencegah bibir sumbing.
"Apalagi sekarang sudah banyak pihak yang menyediakan operasi dan perawatan gratis, sehingga akses pun menjadi lebih luas dan terbuka," tambah dia.
Sementara itu, dituturkan Ruth Monalisa, Perwakilan Smile Train Indonesia. bibir sumbing atau celah langit-langit mulut bukanlah aib. Melainkan kondisi fisik yang sangat bisa diperbaiki.
"Sekarang banyak pihak yang memberikan perawatan sumbing, termasuk di Jawa Timur. Trennya sendiri keluarga pasien confident lakukan operasi plastik," ucapnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)