BIBIR sumbing menjadi salah satu kasus kesehatan yang cukup banyak dialami masyarakat Indonesia. Tentunya penyakit ini sangat menggangu, lantaran selain mengurangi estetika juga membuat penderitanya kesulitan untuk menelan dan berbicara.
Penderita bibir sumbing khususnya anak kecil, tentu akan merasa minder. Tak sedikit dari mereka mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman sebayanya. Mereka kerap mendapatkan tekanan, hingga para penderita malu untuk sekolah.
Bayi sumbing langit-langit dan sampai ke rahang yang belum operasi kemungkinan juga bisa mengalami malnutrisi. Pasalnya mereka tidak bisa mengonsumsi makanan dengan baik, karena adanya kebocoran pada celah di bagian langit-langit mulut dan atau rahangnya. Alhasil makanan atau minuman yang dikonsumsi, bisa keluar dari hidung, dan penderita bibir sumbing bisa tersedak apabila tidak berhati-hati.
Direktur Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur, dr. Dewi Safitri. MARS, menegaskan bibir sumbing tak hanya mengganggu estetika, tetapi juga proses menelan dan berbicara (bagi yang mempunyai kelainan sumbing langit-langit dan rahang).
“Ada peserta yang menggunakan selang untuk memasukkan asupan makanan dari mulut langsung menuju lambung. Hal ini dilakukan karena ada masalah dengan proses menelan” tutur dr. Dewi di sela acara peringatan ulang tahun Mitra Keluarga Group ke-30 sekaligus memperingati delapan tahun Mitra Keluarga Cibubur.
