Di sisi lain, menurut Pejabat Direktur Eksekutif NICD Profesor Adrian Puren menegaskan bahwa kemunculan varian C.1.2 adalah peringatan dini yang bisa timnya berikan untuk dunia.
Baca juga: Waduh, Data di Aplikasi eHAC Kemenkes Diduga Bocor
"Kami tidak ingin terus terjebak, tetapi kami juga ingin menghilangkan kekhawatiran dan tidak membuat panik. Kami dapat mengatakan bahwa vaksin yang ada sekarang itu cukup kuat dan efektif. Intervensi non-farmasi juga tetap penting," paparnya di laman Sowetanlive.
"Terus memvaksin sebanyak mungkin orang adalah kunci dalam mengalahkan pandemi. Makin hari akan terus ada mutasi virus dan karena itu penting bagi setiap orang menerima vaksin," tambah dia.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.