VAKSINASI Covid-19 anak di atas 12 tahun sedang digencarkan oleh pemerintah. Ada alasan yang harus diketahui orangtua agar mendukung anaknya untuk vaksin.
CDC mengatakan bahwa vaksin Covid-19 aman dan efektif. Disebutkan bahwa, anak-anak harus disuntik vaksin Covid-19 karena 16% anak-anak dengan infeksi Covid-19 tidak menunjukkan gejala.
Kemudian orang yang divaksinasi lengkap, menurut CDC, lebih kecil kemungkinannya untuk dirawat di rumah sakit dibandingkan dengan mereka yang tidak divaksinasi.
Lalu IDAI dalam Surat Rekomendasinya tertanggal 28 Juni 2021 juga menyetujui imunisasi pada anak umur 12—17 tahun dengan pertimbangan jumlah subjek uji klinis memadai, tingginya mobilitas dan kemungkinan berkerumun di luar rumah, dan mampu menyatakan keluhan KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) bila ada.
Ada pula sebuah studi komprehensif dari Korea Selatan, menunjukkan anak dalam rentang usia kurang dari 10 tahun memiliki kemungkinan risiko penularan Covid-19 yang lebih kecil daripada orang dewasa.
Namun, anak-anak yang berusia 10 tahun atau lebih dapat menularkan virus ini dalam tingkat yang sama dengan orang dewasa.
Dikatakan Dr Natasya Ayu Andamari, SpA, karena itu, vaksinasi untuk anak usia 12 tahun ke atas harus dilakukan. Fakta lain menunjukkan anak kecil dan yang berusia lebih tua memiliki kemungkinan yang sama untuk terinfeksi.
“Vaksin dapat mencegah Anda terkena dan menyebarkan virus yang menyebabkan Covid-19. Vaksin Covid-19 juga mencegah Anda sakit parah bahkan jika Anda memang terkena Covid-19," ujarnya dilansir dari Good Doctor, Kamis (26/8/2021).

Ketika anak-anak disuntik vaksin Covid-19, maka bisa ikut melindungi orang-orang di sekitarnya. Terutama orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit parah akibat Covid-19.
"Jika Anda adalah orang tua yang ingin melindungi anak-anak Anda, jangan tunda untuk segera divaksinasi," katanya.
Sementara itu, ungkapnya, orangtua yang telah divaksinasi, tidak hanya melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga melindungi anak-anaknya.
Dr Natasya menegaskan, vaksin memang tidak bisa melindungi sampai 100%. Oleh karena itu, orangtua harus mengajak anak untuk tetap wajib menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
CDC menyarankan untuk mencuci tangan, memakai masker, menghindari kontak dekat atau menjaga jarak, serta menutupi batuk dan bersin.
Selain wajib masker hingga menghindari kerumunan, untuk saat ini lebih baik tidak keluar rumah jika tak ada keperluan mendesak.
“Orangtua harus tetap waspada dengan mematuhi prokes dan tidak mengajak anak-anak untuk keluar rumah dulu,” tutup dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.