Mereka mempelajari para partisipan antara tiga dan enam bulan setelah infeksi Covid-19. Hasilnya, lebih dari separuh menunjukkan masalah terus-menerus lupa. Temuan ini menambah deretan hasil studi terkait gejala long COVID-19 seperti bingung, lupa dan dan tanda-tanda hilangnya ingatan yang mengkhawatirkan lainnya.
Sebelumnya, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal EClinicalMedicine The Lancet pada 22 Juli lalu menunjukkan, penyintas Covid-19 termasuk mereka yang tidak lagi melaporkan gejala memperlihatkan defisit kognitif signifikan.
Lantas, siapa saja sih yang berpotensi terkena LALILULELO ini? Apakah bisa disembuh dan yang terpenting bagaimana cara mencegahnya?
Nah, daripada mencari-cari di media sosial dan malah termakan hoax, lebih baik konsultasi langsung nih bersama dr Muhamad Fajri Adda'i di Live Instagram Okezone yang membahas kondisi LALILULELO pasca-Covid-19.
Live akan dimulai di Instagram Okezone pukul 15.00 WIB. Bagi yang punya pertanyaan, sekalian deh lontarkan di live IG biar gak penasaran lagi.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.