VIRUS Covid-19 memang masuk lewat pernapasan dan akan menyerang organ-organ di sekitar. Tapi selain menyerang organ pernapasan, ternyata Covid-19 juga memberikan dampak pada kognitif seseorang.
Penelitian menyebut, Covid-19 akan membawa keluar semua penyakit yang dimiliki seseorang, termasuk pada sistem saraf. Bahkan, mereka yang dinyatakan sudah sembuh pun masih mengalami gejla lanjutan atau yang disebut Long Covid.
Biasanya Long Covid berupa indera penciuman yang masih belum kembali pulih atau dikenal dengan anosmia. Tapi di beberapa kasus, terjadi penurunan fungsi kognitif yang gejalanya mencakup lupa hingga pikiran melambat atau lemot.
Lebih rinci mengenai gejala penurunan fungsi kognitif ini yakni "LALILULELO" yang merupakan kepanjangan dari Labil emosi atau pendiriannya, Linglung, Lupa, Lemot atau pikiran melamban, dan Logika berpikir menurun.
Sebuah studi yang dipresentasikan dalam Konferensi Internasional Asosiasi Alzheimer atau Alzheimer's Association International Conference pada 29 Juli 2021 di Denver, Colorado menemukan, banyak penyintas COVID-19 mengalami "kabut otak" dan gangguan kognitif lainnya beberapa bulan setelah pemulihan.
Dalam studi itu, para peneliti dari University of Texas Health Science Center di San Antonio Long School of Medicine dan kolega mereka mempelajari kognisi dan indra penciuman pada hampir 300 orang dewasa di Argentina yang mengalami Covid-19.
