RUPANYA beberapa kabupaten/kota mengeluhkan kekurangan stok vaksin di tengah meningkatnya jumlah vaksinasi Covid-19 pemerintah. Tentunya ini menjadi tugas utama pemerintah dalam upaya mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi Covid-19.
Dalam sesi jumpa pers yang disiarkan langsung di channel YouTube Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Selasa (24/8/2021), Menteri KesehatanBudi Gunadi Sadikin pun angkat bicara soal isu kabupaten/kota yang ngaku kekurangan vaksin Covid-19.

“Saya bahas dulu yang merasa kekurangan, karena umumnya di daerah-daerah begitu mereka terima 1.000 dosis vaksin, yang di suntikannya hanya 500, sementara yang 500 lagi ditahan sebagai stok untuk suntiks dosis kedua,” terang Menkes Budi.
Menanggapi hal tersebut, atas arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah ingin menegaskan bahwa daerah tidak perlu memegang stok vaksin Covid-19, sebab nanti akan diatur suntikan dosis keduanya dari pemerintah pusat.
“Jadi pakai aja semuanya, disuntik sesuai dengan aturan. Kita bisa bilang ini dipakai sebagai suntik pertama lakukan sebagai suntik pertama semuanya. Kalau ini sebagai suntikan kedua lakukan sebagai suntikan kedua semuanya dan manajemen stoknya dilakukan di pusat, sehingga tidak dilakukan di daerah,” lanjutnya.
Menkes Budi tak memungkiri bahwa saar ini memang masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki pemerintah. Sebab masih ada saja daerah yang tidak patuh terhadap perintah yang diberikan.
“Kita bilang suntik kedua, kadang-kadang masih ada yang suntik pertama. Ada yang kita bilang untuk suntik pertama, ada sebagian yang malah ditahan untuk stok suntik kedua. itu yang menyebabkan ada stok yang cukup banyak sekitar 25 juta tadi dosis yang ada di daerah-daerah,” pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.