5. Untuk menentukan seberapa efektif terapi oksigen tambahan, terutama ketika pengobatan baru.
6. Untuk menilai kemampuan seseorang untuk mentolerir peningkatan aktivitas fisik.
7. Untuk mengevaluasi apakah seseorang berhenti bernapas sejenak saat tidur (seperti dalam kasus sleep apnea).
(Helmi Ade Saputra)