Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga PCR Jadi Rp495 Ribu, Kenapa Baru Turun Sekarang?

Siska Permata Sari , Jurnalis-Selasa, 17 Agustus 2021 |10:00 WIB
Harga PCR Jadi Rp495 Ribu, Kenapa Baru Turun Sekarang?
Tes Swab. (Foto: Okezone)
A
A
A

GUNA memutus rantai penyebaran Covid-19, pemerintah memegang menggencarkan tracing dan tes PCR. Sayangnya, harga PCR memang tidak murah, sehingga sulit untuk dijangkau oleh banyak orang.

Oleh karena itu, pemerintah memutuskan tarif tertinggi untuk tes PCR menjadi Rp495 ribu di Pulau Jawa-Bali dan Rp525 ribu di luar Jawa-Bali. Angka ini turun hampir 50 persen ketimbang batas atas awal sebesar Rp900 ribu.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Prof Abdul Kadir menjelaskan detail perhitungannya mengapa bisa tarif tes PCR diturunkan menjadi Rp495 ribu. “Jadi, yang kita hitung itu pembelian alatnya, harga regimen, biaya SDM-nya, depresiasi alatnya, dan juga overhead dan biaya administrasi. Kita hitung semua itu,” kata Prof Abdul Kadir.

Dia menambahkan, biaya komponen-komponen tersebut ditambah dengan margin profit swasta sebesar 15-20 persen. "Semua komponen-komponen itu kita hitung, kemudian kita mendapatkan unit cost-nya, kemudian kita tambahkan margin profit untuk swasta itu sekitar 15-20 persen, sehingga didapatkan hasil akhirnya, Rp495 ribu,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Prof Abdul Kadir juga memaparkan alasan mengapa harga tes PCR baru dapat ditekan sekarang. 

“Kenapa baru sekarang? Ini disebabkan oleh karena adanya penurunan daripada harga-harga reagen dan bahan habis pakai. Jadi, pada tahap awal, memang harga reagen yang kita beli itu kebanyakan harganya masih tinggi sehingga kita tetap mengacu pada harga tersebut,” jelasnya.

Dia menambahkan, tidak hanya menyesuaikan harga reagennya saja, tetapi juga barang medis habis pakai seperti masker, APD, dan sebagainya. 

“Sekarang ini, itu sudah terjadi penurunan harga. Berdasarkan penurunan harga itu, kita lakukan perhitungan ulang maka didapatkan lah harga yang paling tinggi sekarang ini yaitu Rp495 ribu (untuk Jawa-Bali),” kata Prof Abdul Kadir.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement