Dijelaskan lebih lanjut, paparan informasi di media sosial tentang Covid-19 itu disebut infodemic. Kecepatan sama-sama kuat ketika menyebarkan informasi yang benar dan tidak benar.
"Praktiknya di masyarakat, kita informasi lewat WA grup, pada umumnya lebih sering dipercaya, semua merasakan, misalnya di WA Grup keluarga masing-masing," paparnya.
"Orangtua kita saja kadang enggak percaya sama kita, dan lebih percaya informasi yang muncul di media sosial."
Solidarity maker itu bisa dimulai dari keluarga. Anda sendiri biea meringkas informasi yang benar dengan bahasa sederhana yang lebih mudah diterima.
"Misalnya kalau dapat link berita hoax, sebaiknya bisa cek kebenarannya dengan cara meringkas poin-poin penting yang mengacu berdasarkan sains, " ujarnya.