Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenkes Tegaskan Vaksinasi Dosis Kedua Tetap Disuntikkan meski Terlambat

Antara , Jurnalis-Jum'at, 13 Agustus 2021 |18:44 WIB
Kemenkes Tegaskan Vaksinasi Dosis Kedua Tetap Disuntikkan meski Terlambat
Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. (Foto: Okezone)
A
A
A

Uji coba fase 3 besar di Brasil menunjukkan dua dosis Vaksin Sinovac yang diberikan dengan selang waktu 14 hari memiliki kemanjuran 51 persen terhadap infeksi SARS-CoV-2 yang bergejala, 100 persen terhadap covid-19 yang parah, dan 100 persen terhadap rawat inap mulai 14 hari setelah menerima dosis kedua.

Sementara Vaksin AstraZeneca perlu diberikan dua dosis dengan interval 8-12 minggu antara dosis pertama dan kedua. Vaksin ini memiliki efikasi 63,09 persen terhadap infeksi SARS-CoV-2 yang simptomatik atau bergejala. Interval dosis yang lebih lama asalkan dalam rentang 8-12 minggu dikaitkan dengan kemanjuran vaksin yang lebih besar.

Baca juga: Mengenal Penyakit Multiple Sclerosis, Ketahui Juga Gejalanya 

Kemudian Vaksin Sinopharm, interval 3-4 minggu antara dosis pertama dan kedua. Jika dosis kedua diberikan kurang dari 3 minggu setelah dosis pertama, dosis tidak perlu diulang. Jika pemberian dosis kedua tertunda lebih dari 4 minggu, maka vaksin harus diberikan pada kesempatan secepatnya.

Vaksinasi covid-19. (Foto: Okezone)

Uji coba fase 3 di beberapa negara menunjukkan 2 dosis yang diberikan dengan interval 21 hari memiliki kemanjuran 79 persen terhadap infeksi SARS-CoV-2 yang bergejala 14 hari atau lebih setelah dosis kedua. Kemanjuran vaksin terhadap rawat inap adalah 79 persen. Tetapi, uji ini tidak dirancang dan didukung untuk menunjukkan kemanjuran terhadap orang dengan penyakit komorbid, wanita hamil atau pada orang berusia 60 tahun ke atas.

Baca juga: Ketahui Pengobatan untuk Penyakit Multiple Sclerosis 

Selain ketiga vaksin tersebut, ada juga Vaksin Pfizer-BioNTech yang diberikan 2 dosis dengan jarak 21 hari. Dokter Robert Jacobson dari Primary Care Immunization Program di Mayo Clinic mengatakan vaksin ini mencegah keparahan dalam 28 hari atau lebih usai vaksinasi sekitar 95 persen dan kematian atau masuk IGD akibat covid-19 sebesar 99 persen.

Lalu Vaksin Moderna yang saat ini digunakan para tenaga kesehatan sebagai booster diberikan 2 dosis dengan jarak 28 hari. Peluang vaksin mencegah keparahan akibat covid-19 alam 28 hari atau lebih usai divaksin yakni 94 persen, masuk IGD atau kematian sekitar 100 persen.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement