Disebutkan lebih lanjut, studi penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Institut Kesehatan Nasional Peru dan dua lembaga penelitian lainnya tersebut digelar menggunakan vaksin BBIBP-CorV Sinopharm dengan melibatkan sebanyak kurang lebih 400.000 orang tenaga kesehatan garda terdepan, melihat data dari Februari hingga Juni ketika Peru tengah dihantam infeksi gelombang kedua yang dipicu oleh varian Lambda dan Gamma.
“Kemanjuran untuk mencegah infeksi tidak tinggi dan ini adalah sesuatu yang perlu dipertimbangkan setelah persentase tinggi dari kelompok orang yang sudah menerima dua dosisnya. Momen ketika suntikan booster dapat dipertimbangkan untuk mengoptimalkan perlindungan terhadap para petugas kesehatan garis depan,” bunyi hasil penelitian tersebut.
Namun, patut diketahui dua dosis full vaksin Sinopharm tersebut mencapai persentase 94 persen efektif dalam mencegah kematian akibat Covid-19.
(Dyah Ratna Meta Novia)