Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wisata Virtual Ciptakan Pengalaman Baru Jalan-Jalan di Tengah Pandemi

Agregasi VOA , Jurnalis-Jum'at, 13 Agustus 2021 |06:01 WIB
Wisata Virtual Ciptakan Pengalaman Baru Jalan-Jalan di Tengah Pandemi
Ilustrasi tur virtual (Travel.Earth)
A
A
A

SEBUAH program kepemimpinan anak muda, 'the Black Suit Initiative' di North Carolina, Amerika Serikat biasanya melakukan perjalanan setiap tahunnya untuk merayakan kelulusan anggotanya.

Tetapi selama pandemi COVID-19, tidak ada yang meninggalkan rumah. Pemimpin grup tersebut yang bernama Evainna Ross akhirnya mencari solusi lain.

"Kami berusaha mencari cara untuk melakukan sesuatu yang bisa mendatangkan pengalaman jalan-jalan," ujar Evainna Ross kepada VOA melalui Skype.

Baca juga: Museum di Jakarta Optimalkan Wisata Virtual Selama PPKM, Pelajar & Mahasiswa Antusias

Hingga akhirnya ia mendapat ide untuk melakukan wisata virtual lewat sebuah perusahaan dari Israel bernama Hop A Tour. Para murid memilih Australia sebagai tujuan perjalanan mereka.

Tur virtual tersebut juga interaktif. Salah satu pesertanya yaitu Justus Pool mengatakan ia menyukai Australia.

"Pemandu wisatanya lucu dan membuat tur virtual itu jadi menyenangkan," kata Justin Pool lewat wawancara Skype.

"Saya melihat beragam gunung dan berbagai jenis burung. Rasanya seperti melihat dunia yang baru," tambahnya.

Baca juga: Viral Wanita Dikeluarkan dari Penerbangan karena Ingin Duduk di Bangku Impiannya

Dominic D’orazi adalah pemandu wisata profesional di San Francisco, yang sudah berkarir selama 30 tahun. Namun, tiba-tiba di tahun 2020, semuanya berubah.

Dengan hanya menggunakan beberapa peralatan dan perangkat lunak dari Hop A Tour, ia siap melakukan tur virtual lewat layanan streaming. Selama mengikuti tur, para partisipan bisa mengajukan pertanyaan.

Dominic memandu para peserta tur mengunjungi daerah pecinan di San Francisco dan menjelaskan mengenai kue keberuntungan yang diciptakan di kota itu.

Walau perjalanan ke San Francisco mulai marak kembali, Dominic berpikir tur virtual yang berkisar dari $14 akan terus diminati.

"Harganya bagus untuk mengunjungi sebuah kota atau tempat tertentu selama 1 jam," kata Dominic.

 Ilustrasi

Namun, CEO Hop A Tour, Kenan Braun, mengatakan mereka tidak akan menggantikan tur perjalanan yang sebenarnya.

“Hop A Tour berusaha untuk menunjukkan tempat-tempat baru, juga tujuan perjalanan tertentu," ujarnya kepada VOA.

Lewat tur virtual ini para peserta tur akan merasa seperti ada di tempat langsung, walau tanpa ada harum dan cita rasa tempat itu.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement