KEBIJAKAN PPKM yang diterapkan lebih sebulan tak hanya dirasakan oleh manusia. Nasib hewan di tempat-tempat wisata seperti di Daya Tarik Wisata Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali juga terkena imbasnya.
Sebuah postingan yang diunggah akun Instagram @igstngraandarmawan pada 8 Agustus 2021 memerlihatkan kondisi mengenaskan para monyet yang hampir kehabisan stok makanan karena tak ada pemasukan imbas nihil kunjungan wisatawan.
Pihak pengelola akhirnya membuka donasi bagi siapapun untuk memberi pakan kepada monyet tersebut. Penutupan tempat wisata Sangeh selama PPKM menyebabkan nihilnya kunjungan wisatawan. Alhasil anggaran pun menipis hingga mengancam stok pakan ratusan monyet tersebut.
Manajer Operasional DTW Sangeh, Made Mohon mengatakan, dalam sehari pengelola harus menyediakan 200 kilogram ketela sebagai makanan pokok para monyet. Jika dirupiahkan, maka pengelola harus mengeluarkan Rp500 ribu per hari.
Baca juga: Menyambangi Bali Monkey Forest di Era Corona, Enak Bisa Jaga Jarak

(Foto: Instagram/@sangehmonkeyforest)
“Apalagi ini sudah hampir satu setengah tahun lebih dampak Covid-19. Jadi dana sisa tahun sebelumnya menipis, karena tidak ada pemasukan, kata Mohon.
Pria yang sudah 17 tahun mengelola wisata Sangeh ini menambahkan, pihak pengelola berinisiatif membuka donasi bagi siapapun yang tergerak memberikan pakan kepada ratusan ekor monyet yang berada di DTW Sangeh.
Made Mohon mengatakan, pihaknya menerima segala jenis buah-buahan yang bisa diberikan secara langsung kepada monyet yang ada di DTW Sangeh.