Advertisement
Advertisement

Selain Anosmia, Pasien Covid-19 Juga Bisa Alami Hiposmia dan Parosmia

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Jum'at, 30 Juli 2021 |17:46 WIB
Selain Anosmia, Pasien Covid-19 Juga Bisa Alami Hiposmia dan Parosmia
Ilustrasi pasien covid-19. (Foto: Onderortel/Pixabay)
A
A
A

SELAMA terjadi lonjakan kasus covid-19, banyak sekali gejala yang dikeluhkan masyarakat, salah satunya anosmia. Anosmia adalah kondisi yang paling sering dialami pasien covid-19, yakni kehilangan indera penciuman untuk mengenali aroma.

Terkait hal ini; dokter THT, bedah kepala, dan leher Hemastia Manuhara menjelaskan bahwa anosmia adalah salah satu gejala yang paling banyak dikeluhkan pasien covid-19. Namun ada pula gejala lain yang berhubungan dengan indera penciuman, di antaranya hiposmia dan parosmia.

Baca juga: Pasien Diabetes Wajib Cek Kaki Setiap Hari, Ini Manfaat dan Caranya 

"Anosmia merupakan hilangnya indera penciuman secara total, tapi pada kasus covid-19 juga ada gejala hiposmia yakni kehilangan indera penciuman sebagian. Mereka masih bisa mencium aroma, tapi sensitivitasnya menjadi berkurang. Ada pula parosmia, di mana seseorang masih bisa mencium, tapi yang tercium seperti bau busuk, bau asap, dan lain-lain," terang dr Hemastia dalam Live Instagram Okezone dan Sindonews, Jumat (30/07/2021).

Ilustrasi covid-19. (Foto: Kjpargeter/Freepik)

Lebih lanjut ia menjelaskan mengapa covid-19 bisa menyebabkan masalah pada indera penciuman. Menurut dr Hemastia, covid-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami flu. Nah, flu inilah yang mengakibatkan indera penciuman seseorang menjadi terganggu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement