INDONESIA kembali dikejutkan dengan penemuan varian baru Covid-19 yang disebut dengan Delta Plus.
Sesuai dari namanya, varian Delta Plus ini merupakan mutasi virus dari strain Delta yang selama beberapa pekan terakhir meledak di Tanah Air. Tentunya kondisi ini membuat masyarakat menjadi semakin takut dan khawatir akan varian baru yang bisa memperburuk situasi.

Epidemiolog Griffith University Australia, dr. Dicky Budiman, menjelaskan bahwa penemuan varian baru Delta Plus ini bukanlah suatu hal yang mengagetkan.
Terlebih di tengah situasi Indonesia yang keterbatasan surveillance genomics, studi laboratorium, dan investigasi epidemiologi. Penemuan varian Delta Plus menandakan bahwa varian ini telah menjadi predominan strain di wilayah yang ditemukan.