Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Waktu yang Ideal Konsultasi dengan Dokter saat Isolasi Mandiri

Antara , Jurnalis-Senin, 26 Juli 2021 |11:47 WIB
Ini Waktu yang Ideal Konsultasi dengan Dokter saat Isolasi Mandiri
Ilustrasi pasien covid-19 isolasi mandiri konsultasi dengan dokter. (Foto: Pexels)
A
A
A

WAKTU ideal bagi pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri untuk berkonsultasi dengan dokter adalah setiap hari saat menjalankan masa perawatan. Demikian diungkapkan Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng Muhammad Faqih.

Pengawasan dari tenaga medis dan dokter memang dibutuhkan agar angka kesembuhan pasien covid-19 makin tinggi dan peluangnya lebih besar.

Baca juga: Isolasi Mandiri Sendirian di Rumah, Tetap Pakai Masker atau Tidak? 

"Hal yang utama dalam konsultasi saat isolasi mandiri itu jangan lupa sampaikan perkembangan gejala serta hasil observasi mandiri ya mulai dari respiratory rate, suhu, dan kadar saturasi oksigen," kata Daeng dalam keterangannya, seperti dikutip dari Antara, Senin (26/7/2021).

Ia menyebutkan hingga saat ini kesalahan terbesar dari para pasien isolasi mandiri yang telat mendapatkan pertolongan karena tidak adanya pemantauan dan pengawasan dari tenaga medis.

Ilustrasi isolasi mandiri. (Foto: Freepik)

Seringnya pasien isolasi mandiri baru mencari pertolongan dokter atau tenaga medis ketika kondisi benar- benar sudah memburuk dan terlambat untuk ditangani.

"Maka dari itu penting untuk konsultasi rutin hingga sembuh, karena kalau terhubung dengan dokter misalnya lewat layanan telemedisin tentu akan lebih baik penanganannya karena ada pendampingan ahli dan ada juga pemberian terapi obat yang lebih terarah," katanya.

Baca juga: 8 Tips Aman dan Lancar Berobat ke Rumah Sakit Selama Pandemi Covid-19 

Daeng juga menyebutkan selama isolasi mandiri, pasien covid-19 tidak boleh melakukan kegiatan yang menyebabkan kelelahan pada fisik dan mental. Pasien boleh berolahraga, tapi dalam jumlah yang normal dan tidak mengganggu kadar oksigen di dalam tubuh.

Selama isolasi mandiri, pasien covid-19 pun tidak perlu merasa panik dan sebisa mungkin selalu berpikiran positif dengan berbagai cara, misalnya dengan menghubungi kerabat secara virtual atau bisa juga sambil membaca buku.

Pada saat isolasi mandiri, pasien juga harus mampu mengenali ciri- ciri perburukan gejala. Selain memantau kadar oksigen dan suhu tubuh pasien bisa mengenali gejala perburukan dengan mengecek jumlah hembusan nafas.

Jika respitatory rate sudah melebihi 24 kali dalam waktu 1 menit artinya pasien sudah mengalami durasi nafas yang lebih pendek, itu merupakan gejala gangguan napas yang seharusnya langsung dikonsultasikan dengan dokter.

Baca juga: Anak Bisa Alami Stres Akibat Pandemi Covid-19, Kenali Gejalanya 

Gejala perburukan juga bisa dilihat dari perasaan sesak napas atau tertekan yang dialami pasien. Meski pasien mendapat hasil saturasi di atas 95 persen, jika pasien mengalami sesak ada baiknya segera menghubungi dokter untuk kemudian dirujuk ke rumah sakit.

Tidak hanya itu, perburukan gejala juga bisa dilihat dari ujung tangan, kaki, dan bibir yang membiru atau dalam istilah medisnya dikenal sebagai cyanosis.

Meski pasien tidak merasa sesak atau tidak merasa dadanya tertekan pasien dengan cyanosis harus segera mendapatkan rujukan ke rumah sakit karena menunjukkan bahwa tubuhnya kekurangan oksigen.

"Hal- hal seperti itu kebanyakan luput, masyarakat banyak yang belum mengetahui gejala perburukan. Maka penting terhubung dan berkonsultasi ke dokter setidaknya lewat telemedisin agar angka kesembuhan bisa meningkat," papar Daeng.

Baca juga: Jika Ada Atlet Olimpiade Tokyo Positif Covid-19, Ini Langkah yang Dilakukan 

Sebelumnya, IDI menilai layanan telemedisin merupakan solusi yang strategis di masa penanganan pandemi covid-19. Hal itu dikarenakan tenaga medis dapat lebih optimal memantau keadaan banyak pasien dan membantu meringankan beban rumah sakit yang masih cukup banyak merawat pasien- pasien bergejala sedang hingga kritis.

Tidak berhenti di situ, telemedisin juga membantu penanganan di hulu dengan cara mempersiapkan sistem untuk sentra-sentra vaksinasi covid-19 agar sesuai dengan protokol kesehatan dan membantu percepatan distribusi vaksin covid-19 kepada masyarakat di Indonesia agar kekebalan komunitas lebih cepat tercipta.

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement