Dalam kesempatan itu, dr. Erna juga membagikan beberapa jenis keluarga yang berpotensi melakukan kekerasan pada anak:
1.Terutama pada keluarga yang memang sebelum terjadinya Covid-19 ada riwayat melakukan kekerasan terhadap anak.
2.Pada keluarga yang terdampak signifikan terkait dengan ekonomi. Sehingga sering terjadi stres pada orangtua yang dilampiaskan kepada anak-anak mereka.
3.Orangtua pusing, tapi di satu sisi harus bekerja, tapi anaknya juga harus sekolah online. Orangtua yang dikatakanlah tidak bisa mendampingi anak. Biasanya kekerasannya lewat ucapan dan sebagainya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.